Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Hai perkenalkan
nama saya Andi Ulfryda Dwi Riwansyah. Untuk postingan pertama saya kali ini
akan membahas mengenai Masalah Kesehatan Masyarakat Pesisir.
Wilayah pesisir merupakan salah satu wilayah yang bisa dikatakan
banyak memiliki masalah dibidang kesehatan masyarakat. Nah masalah kesehatan
ini merupakan suatu masalah yang sangat kompleks. Demikian pula pemecahan
masalah kesehatan masyarakat, tidak hanya dilihat dari segi kesehatannya
sendiri tetapi kita harus lihat dari seluruh segi yang ada pengaruhnya terhadap
masalah "sehat-sakit". Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan,
baik kesehatan individu maupun kesehatan masyarakat.
Seperti kita ketahui bahwa bisa dikatakan bahwa masyarakat pesisir
itu memiliki karakter yang keras dan tidak mudah diatur. Mengapa demikian
karena dapat kita lihat dari aspek demogarafi, umumnya merupakan penduduk yang
mempunyai pekerjaan sebagai pelaut. Sebuah penelitian mengemukakan bahwa
masyarakat pesisir cenderung lebih memikirkan kebutuhan ekonomi, memenuhi
kebutuhan sandang dan pangan keluarga. Rendahnya tingkat kesehatan masyarakat
akan memunculkan serangkaian dampak yang berhubungan dengan kualitas sumber
daya manusia. Khususnya masyarakat di pesisir, mayarakat yang tidak
ketercukupan gizi tentu akan memiliki kondisi fisik dan psikis yang kurang bila
dibandingkan dengan masyarakat yang terpenuhi gizinya.
Masalah kesehatan
dikatakan sebagai masalah yang sangat kompleks terkait dengan masalah kesehatan
lingkungan maupun kesehatan individu. Salah satu penyakit yang terkait dengan
tingkat derajat kesehatan lingkungan di masyarakat pesisir adalah penyakit
diare. Kejadian diare pada umumnya terjadi pada negara berkembang dengan
kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, kurangnya persediaan air bersih,
kemiskinan dan pendidikan yang rendah.
Dari
berbagai laporan yang beredar saat ini penyakit berbasis lingkungan masih
menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Dari laporan tersebut
diketahui faktor risiko penyakit berbasis lingkungan antara lain disebabkan
oleh faktor lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat yang masih rendah.
Berdasarkan aspek sanitasi tingginya angka penyakit berbasis lingkungan banyak
disebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan air bersih masyarakat, pemanfaatan
jamban yang masih rendah, tercemarnya tanah, air, dan udara karena limbah rumah
tangga, limbah industri, limbah pertanian, sarana transportaasi, serta kondisi
lingkungan fisik yang memungkinkan.


